Rupiah Melemah & Dampak Pada Perusahaan GarudaFood
Perusahaan makanan dan minuman PT
Garudafood Putra Putri Jaya Tbk (GOOD) mengakui turut terdampak dari melemahnya
nilai tukar Rupiah terhadap dolar Amerika Serikat. Efek gejolak rupiah yang melemah
menurut Direktur Keuangan PT Garudafood Putra Putri Jaya Tbk Robert
Chandrakelana Adjie, Garudafood masih mengandalkan sebagian bahan baku yang
sebagian masih impor. Alhasil, hal tersebut akan berdampak pada meningkatnya
biaya produksi.
Pendiri GarudaFood Sudhamek AWS mengungkapkan, konsumsi rumah
tangga atau pasar mulai lesu pada minggu keempat April 2018. Penyebab apa lagi
kalau bukan fluktuasi nilai tukar rupiah. Menurut Sudhamek AWS, masyarakat Indonesia cenderung menahan pengeluaran
atau belanja akibat pelemahan rupiah terhadap dolar AS.
Chairman GarudaFood Group Sudhamek
AWS mengatakan pihaknya memilih untuk tidak menaikkan harga jual produk.
"Tidak [menaikkan harga jual
produk], karena GarudaFood susah ada natural hedging dari hasil ekspor,"
ujarnya kepada CNBC Indonesia, Senin (09/07/2018).
Sebagai informasi, natural hedging
adalah upaya menyeimbangkan biaya pemasukan dan pengeluaran. Dalam hal ini,
jelas Sudhamek, biaya produksi yang meningkat kurang dari 1% dapat diimbangi
dengan pemasukan dari hasil ekspor selama ini.
"Harga sebagian besar sudah
kontrak jangka panjang. Jadi dampak terhadap total biaya kurang dari 1%,"
tuturnya.
Meskipun menurutnya pelemahan rupiah
sejauh ini telah melewati asumsi rencana bisnis perusahaan, namun sampai saat
ini masih dapat diatasi.
Sumber :
https://www.cnbcindonesia.com/news/20180709185818-4-22717/rupiah-melemah-ini-kata-sudhamek-pemilik-garudafood
https://www.liputan6.com/bisnis/read/3510786/bos-garudafood-gejolak-rupiah-bikin-orang-ri-irit-belanja
http://www.tribunnews.com/bisnis/2018/10/10/garudafood-akui-terdampak-pelemahan-kurs-rupiah

Komentar
Posting Komentar